Jumat, 24 Agustus 2012

Kegagalan adalah Awal dari Kesuksesan


AssalamualaikumWarahmatulahiWabarokatuh.
Pukul  13:20 WIB

Bro, sist.. lama tak jumpa. Pertama-tama saya mengucapkan minal aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga saja ramadhan tahun ini, menjadi pioneer kita dalam memperbaiki kehidupan kita secara vertical maupun horizontal.

Akhirnya bisa nge-post lagi. Yap untuk kali ini, saya mencoba untuk sharing pengalaman pribadi tentang masalah jalan menuju kesuksesan. Seperti yang telah kita bahas pertama bahwa kesuksesan itu pasti, namun butuh jaminan serta waktu yang telah ditentukan oleh kita.

Kesuksesan juga memiliki indicator. Besar kecilnya kesuksesan tergantung dari besar kecilnya kita melakukan percobaan. Ibaratnya semakin anda belajar dengan susah payah, maka gelar doctor pun anda dapatkan. Begitupula dengan kesuksesan. Awal dari kesuksesan adalah belajar dan bertindak. Cobalah, cobalah semua tindakan yang menyukseskan anda. Tentu dengan kaidah dan etikan yang telah diajarkan oleh agama.

Kesuksesan terbesar diawali dengan kegagalan terbesar. Karena ikan besar itu tumbuh dari lingkungan yang besar. Lihat saja orang-orang yang telah sukses. Apakah mereka hanya diam dirumah? Tidak. Mereka bertindak dan bergaul dengan semua jenis perilaku manusia yang membuat mereka (para suksestor )mengetahui seluk beluk kehidupan. Mereka tahu apa yang akan dilakukan. Mereka tidak hanya mencoba namun berani mengambil tindakan. Mereka tidak takut gagal, karena mereka tahu dibalik kegagalan terdapat kesuksesan yang telah menunggu mereka.

Ketahuilah, semakin besar anda gagal, semakin besar kesuksesan yang menanti anda. Jangan takut gagal, cobalah dan perhatikan apa yang terjadi.








Bye.
Wassalam.

Kamis, 12 Juli 2012

BERMIMPI dan BERTINDAK


Ass.Wr.Wb
Pukul 10:15 WITA

Haiii.. bro..sist semua..
Pagi-pagi nge-post tentang remaja yang galau dengan masa depannya. *termasuk gue.. hehe

Okelah. Rencananya gue bakal lanjutin pendidikan di sebuah sekolah ikatan dinas milik pemerintah Indonesia (Ammmiinnn ). Well, kalian dimana bakal lanjutin? PTN? PTS? Dimana saja sebenarnya kita bisa menjadi sukses. Tuhan sudah memberikan kita jaminan untuk sukses. Semua orang pasti sukses, yang menentukan waktunya adalah kita sendiri.

Sukses berarti luas. Kaya itu sukses, pintar itu sukses, membahagiakan orang tua itu sukses, masih banyak lagi pendapat yang mengartikan sukses. So? Sukses mu yang mana? Galau lagi..
Banyak sekali friend kita yang dari sekolah menengah atas udah susah payah memikirkan bagaimana ia akan melanjutkan pendidikan, begitu pula dengan yang laiinnya. Ada pula anak muda Indonesia yang masih memiliki jiwa ptriotisme dengan membela rakyat yang makin hari makin terpuruk saja. Sebenarnya itu hal yang wajar. Beda otak beda persepsi. Betul. Lalu apa yang kalian perbuat? Kuliah dengan berfoya-foya hanya untuk mensejahterakan diri sendiri? Ataukah dari sekarang sudah mulai bertindak untuk membela rakyat kecil.

Ada yang bilang, Bro, bagaimana kita mau di dengar, we don’t have power to change it. Itu benar. Kita belum mempunyai kekuatan untuk merubah keadaan yang lebih baik. Mari satukan mimpi. Mimpi kita adalah untuk membuat Indonesia lebih baik dari sebelumnya. Sudah cukup kita mempermasalahkan perbedaan persepsi antar anak muda. Hilangkan kritikmu, majukan harapanmu. Samakan asa mu. Kita anak Indonesia.

Jangan lupa, bagi tugas dong friend. Tugas yang berunjuk rasa sudah ada. Yang memberikan suaranya sudah ada. Maka tugas kita sebagai pelajar dan mahasiswa Indonesia  adalah untuk belajar, masuk perguruan tinggi mana saja, belajarlah dengan tekun dan gunakan fasilitas yang diberikan untuk mendapatkan kekuatan dan merubah yang buruk ke yang baik.
Bermimpilah untuk cita-cita mu yang tinggi, dan bertindaklah untuk mewujudkannya. 

AYO ANAK MUDA INDONESIA. BERMIMPI DAN BERTINDAK.




Bye.
Ass.Wr.Wb

Kamis, 05 Juli 2012

PROMOTE


Haaaaiiii..
just promote use this picture,,

update terus intelegensi-mu di blog ku.. http://imam414.blogspot.com
dan follow my twetter @imamsaputraa

i hope you will find an inspiration. :)

Senin, 02 Juli 2012

Remaja dan Kebiasaan Perilaku


Ass.Wr.Wb
Pukul 17:30 WITA

Maaaff banget ya bro and sist. Baru bisa ngepost lagi. Soalnya ada yang harus dikerjakan dan utama banget ini. *nyari2 kuliah gitu hehe :)

Kali ini saya ingin menshare pengalaman waktu kecil. Dulu, ketika masih SMP, masih labil banget diriku, pengen banget yang namanya keluar malem bareng temen-temen. Yah, nongkrong-nongkrong gitu. Semua temenku gitu, jalan-jalan pas malming , cowok cewek, yah, pas saya malah gak dikasih keluar. Jengkel iya, marah? Betul banget. Tetapi yang dilakukan orang tua saya benar. Saya mulai merasakan manfaatnya ketika beranjak dewasa ini.

Masa muda adalah masa yang berapi-api kata Rhoma Irama, masa yang sangat labil kata sinetron. Memang benar. Lalu buat apa kita membuang waktu hanya untuk duduk-duduk? Nongkrong? Padahal kita masih bisa melakukan sesuatu yang sangat luar biasa. Yang bisa merubah semua ini adalah anak muda. Tetapi malah pergaulannya kurang mampu didisiplinkan oleh orang tua.



Mengapa kita mengacuhkan nasehat baik yang ditujukan pada kita? Memang betul kita butuh hiburan, memang betul. Tapi mbok yo perlukah kita nongkrong tiap malam? Padahal pekerjaan kita masih begitu banyak menunggu kita untuk diselesaikan? Anak muda yang sedang mengalami ini biasanya tidak sadar. Yang harus menyadarkannya adalah kerabat, sanak saudara, orang tua, guru maupun pihak yang mampu memberikan motivasi bagi mereka.

Lalu datanglah pertanyaan dari orang tua. Bagaimana cara kita untuk menanggulangi perilaku anak muda yang berepergian malam, nongkrong-nongkrong dan sebagainya? Ingatlah kalimat kita bisa karena terbiasa. Biasakanlah kita “sebagai orang tua” mencoba untuk mencocokan suasana dalam keadaan yang baik. Cocokanlah remaja dalam hal yang positive sehingga mereka terbiasa dengan suasana yang baik. Berusahalah untuk mencoba tidak mencocokan suasana kedalam hal yang merugikan, sehingga remaja terbiasa merasa tidak cocok di tempat dan suasana yang merugikan mereka.

Adjust yourself in a good situation, so we get used to it and feel uncomfortable in a bad situation. 

 

Bye.
Ass.Wr.Wb

Sabtu, 16 Juni 2012

Colorfull


Ass.Wr.Wb
Pukul 06:45 WITA

Sorry baru posting lagi bro, sist.
Kalian tahu pelangi bukan? Pelangi sangat indah untuk dilihat. Banyak warna yang menyusun pelangi. Ada merah, jingga, hijau, kuning, biru, nila, ungu dan masih banyak lagi warna yang menyusun pelangi. Sama seperti kehidupan manusia, penuh warna. Namun, ada juga yang masih mengatakan hidupku monoton. Bayangin saja hidup monoton itu seperti pelangi yang hanya memeliki 1 warna. Tidak ada menariknya sama sekali.

Hidup monoton itu bukan berasal dari Tuhan. Tetapi kita yang membuat hidup itu monoton. Tuhan sudah memberikan rahmat-NYA kedunia ini dengan banyaknya anugerah yang bermanfaat untuk hidup kita. Hanya saja kita belum mampu mengelola kehidupan kita. Kehidupan kita, adalah tentang kita, tentang pilihan-pilihan kita. Jadi, yang memberikan hidup itu warna adalah anugerah Tuhan yang telah kita syukuri.




Seseorang yang mampu mengelolah pemberian Tuhan, tak akan berhentinya bersyukur. Tuhan pun akan membalas rasa syukur kita dengan penuh banyak kenikmatan. Sehingga bisa kita bilang, bahwa orang-orang yang bersyukur itu nikmatnya tidak akan habis. Yap, benar sekali.

Banyak sekali pemberian Tuhan untuk kita. Pemberian yang sangat baik untuk kehidupan sesama baik secara horizontal maupun vertical adalah pemberian keimanan dan pemberian cinta.

Dan, yang memberikan hidup itu lebih berwarna ( colorfull  ) adalah IMAN dan CINTA.
Maka, syukuri semua pemberian itu, kelola iman dan cinta kita, baik kepada sesama dan hidup kalian akan lebih berwarna.

Yang membuat hidupmu lebih berwarna tidak lain adalah keimanan dan cinta

 

Bye.
Ass.Wr.Wb

Selasa, 05 Juni 2012

Syukuri Masalah

Ass.Wr.Wb
Pukul 10:30 WITA

Mungkin beberapa orang selalu mengeluh dengan masalah yang di hadapinya. Ada juga yang percaya bahwa masalah yang diberikan kepada kita itu tidak mungkin melampaui batas kemampuan kita. Itu benar. Setiap masalah yang diberikan kepada kita itu sesungguhnya adalah sebuah ujian yang diberikan Tuhan untuk kita. Tentu saja masalah itu tidak mungkin melampaui batas kemampauan kita, karena tujuan Tuhan menguji kita dengan masalah itu adalah untuk memuliakan kita, agar derajat kelas kita lebih tinggi.

Tuhan tidak mungkin menjurumuskan hambanya kedalam lembah kesengsaraan. Kecuali kita sendiri yang membuat kita terjun bebas kedalam lembah nista. Sehingga orang-orang yang kelasnya tinggi, orang-orang yang selalu bersyukur menganggap bahwa masalah itu karunia dari Tuhan untuk kita. Masalah yang diberikan, di selesaikan dengan hati penuh ikhlas, dan dikerjakan karna mengharap ridha-NYA. Maka orang-orang yang berkelas itu sesungguhnya tidak dilihat dari materi, namun dilihat dari seberapa ikhlas ia menerima masalah yang akan meninggikan derajatnya.



Orang-orang yang mengeluh kepada masalah adalah salah satu ciri orang yang dalam hidupnya akan sering galau. Mengeluh tanda dari tidak bersyukur. Padahal Tuhan telah berjanji bahwa siapa yang bersyukur maka nikmatnya akan ditambah. Tidakkah sudah jelas janji Tuhan itu? Janganlah kita menjadi seorang yang munafik akan kebesaran Tuhan.

Orang yang mengeluh itu sebenarnya sedang tidak dapat melakukan apapun. Karena yang dapat dia lakukan hanya mengeluh. Orang-orang yang mensyukuri datangnya masalah tidak ada waktu untuk mengeluh karena orang-orang itu sedang menyelesaikan masalah itu. Karena masalah sesungguhnya bukan untuk menurunkan derajat kita tapi sebalikya.

People who embrace their problem, doesn't not have the time to complain about them.

 

Bye.
Ass.Wr.Wb