Tampilkan postingan dengan label Percintaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percintaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2015

IT'S CALLED MAGIC



Assalamualaikum.
Pukul 04:45 WIB

Yo..
Halloo semua.. sudah hampir setengah tahun tidak menulis lagi..
Mohon dimaafkan ya..
Seperti biasa, karena urusan kuliah dan pekerjaan lainnya. :D

Sebelum menulis lebih lanjut, saya atas nama penulis blog ini mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga di bulan ramadhan ini kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Amin

Yossshh..
Kalian pasti pernah jatuh cinta. Jatuh cinta kepada seorang pria maupun wanita. Baik sudah kenal lama atau abru saja. Bahkan dengan membuang sifat diri pribadi dan menjadi yang mereka ingin agar terlihat kecocokanmu dengannya. Sudah pasti pernah bukan? Jatuh cinta memang sesuatu hal yang lumrah bagi makhluk hidup, karena berawal dari cinta kehidupan itu ada.

Mungkin ada yang menganggap bahwa cinta itu buta? Ya betul. Cinta memang buta.
Atau mungkin saja menganggap cinta itu tak ada logika? Ya sudah pasti.
Lalu cinta itu membahagiakan? Ya tidak salah lagi.
Kemudian cinta itu manis? Ya jangan diragukan.

So, buat kalian semua. Kenapa harus takut jatuh cinta? Bukankah cinta itu menyenangkan? Bukankah cinta itu menenangkan? Membuat semua dunia berwarna, hari-harimu menyenangkan. Tidak salah lagi tidak ada yang meragukan cinta didunia ini. Apakah kalian meragukannya? Karena merasa menjadi pelengkap? Atau terjebak masa yang berbeda? Atau tak punya nyali?

RULE ala penulis :
1.       Cinta itu tidak harus selalu diungkapkan, karena cinta yang sejati adalah mereka yang tidak saling mencari namun dipertemukan. Santai saja, you like her, yet not always to tell her everything.
2.       Cinta itu buta. Ketika matamu berbinar, merasakan waktu yang berjalan lambat, atau bahkan melihat dunia dengan cinta. Karena itu lah cinta menjadi buta, karena mata mu dihiasi dengan keindahan. So? Tidak apa-apa. Jatuh cintalah,
3.       Cinta tidak memandang pelengkap atau pengganti. Kalian mungkin merasa menjadi orang ketiga? Atau seorang teman yang menjadi pelengkap saja? Its okay man, doesnt matter. Lihat rule nomor satu. Cinta itu dipertemukan. Walau kalian menjadi pengganti, pelengkap, bahkan tak dianggap sekalipun, cinta itu dipertemukan.
4.       Cinta itu usaha yang keras. Sudah barang tentu ketika kalian menginginkan sesuatu harus bekerja lebih keras bukan? Dipertemukan iya, cara mempertahankan? Sulit bung.
5.       Jangan takut jatuh cinta. Buat kalian yang didalam posisi apapun, tersangka, korban, hingga saksi cinta jangan pernah takut jatuh cinta. Because, kita tidak akan pernah tahu datangnya cinta.
6.       Cinta itu tanggung jawab. Kalian sudah siap? Untuk membagi waktumu, membagi perasaanmu, membagi kebahagiaanmu begitupun sedihmu? Karena jatuh cinta bentuk tanggung jawab dimana semuanya menjadi terbelah dua. Saing berbagi dan memahami.
7.       Salain tanggung jawab ada dua poin lagi yang sangat penting. Trust and communication. Kepercayaan dan komunikasi menjadi suatu hal penting, karena ketiga hal tersebut menyelimuti cinta itu sendiri.

So, guys.. masih takut jatuh cinta? Atau masih ragu akan cinta? Atau masih tidak percaya kekuatan cinta? Atau masih tidak yakin dengan cintamu?

Buang jauh-jauh takutmu dan sambutlah cintamu.

Change Your Glasses, Use “LOVE”'s Frame, And See Its Magic.

sampai berjumpa diwaktu yang akan datang.
Wassalam.

Sabtu, 08 Februari 2014

L.O.V.E ??



Assalamualaikum.

Pukul 23:15 WIB


Yooo.. nge-post lagi ni. Terima kasih banyak kepada kalian semua yang selalu ngikutin post-post yang banyak gak jelasnya. Hehe..
Okedeh, langsung aja ya. Kita bahas sesuatu yang menarik, mungkin ini termasuk pengalaman kalian, mungkin juga bisa dijadikan pelajaran.

Dari dulu kayanya belum kelar-kelar emang cerita cinta kehidupan ku. Mungkin saja Tuhan menginginkan untuk terus belajar memaknai cinta. Apa itu cinta? Kebanyakan orang pasti tahunya Love is Cinta (korban film). Yah penafsiran cinta kan berbeda setiap orang setidaknya setiap orang itu pun merasakan cinta. Cinta cinta mulu, makan tuh cinta. Ahaha ungkapan yang bagus bagi mereka yang sudah bosan, atau trauma atau saja sakit karena cinta. Pliisss deeehh (anak alay)

Cinta jangan dijadikan kambing hitam, ataupun jangan membenci cinta. Sudah jelas-jelas cinta itu adalah salah satu sifat sang segala MAHA. ALLAH SWT. Cinta itu suci, cinta itu murni dan bersih. Nah manusianya tuh yang sering salah mempergunakan cintanya. Kalau mungkin saya analogikan (sok ilmiah) cinta itu seperti gelas. Gelas itu murni akan makin murni dan bersih jika di tuangkan air putih (bening) , akan berwarna putih jika dituangkan susu, akan berwarna oranye jika dituangkan air jeruk, akan berwarna hitam jika dituangkan aspal, akan berwarna abu kecoklatan jika dituangkan air comberan. Nah sudah ngerti kan? Air apa yang kalian tuangkan?

Seringkali juga kita selalu mendengar aku cinta kamu karena Allah. Duh duh kalau cinta karena  Allah kalian enggak pacaran kali. :p . kalau kalian mencintainya karena Allah, maka kalian harus menjaganya, menghormatinya, menghargainya, mengajarinya agama, menuntunnya ke jalan yang lurus, jalan Allah. Jika sudah siap nikahi saja. Lah ... kan pacaran itu Cuma STATUS biasa, kaya pelajar, mahasiswa, pegawai negeri, itu kan status. Kita mencintai orang gak perlu status kan. Kita butuh cinta yang berlandaskan Tuhan. (pengalaman)

Nah, hayoo deh,  mending kita bersama-sama belajar untuk mencintai secara  murni dan utuh. Jangan permasalahkan pacaran atau enggak. Karena cinta itu tentang kamu. Bukan dia atau mereka. Hargai, jaga, perbaiki diri, pantaskan diri. Jodoh ada ditangan Tuhan, dan kita harus memantaskan diri untuk mengambil jodoh itu. ATAU pantaskan dirimu dan dirinya dan mintalah restu Tuhan untuk dijodohkan.




Mungkin bisa bermanfaat buat para remaja yang labil-labilan. Hehe
Maaf sebelumnya. See ya

Bye.

Wassalam

Selasa, 14 Januari 2014

Hanya sebuah intuisi pengalaman



Assalamualaikum.

Pukul 22.05 WIB.

LOOOONNNGGGG TIME NO SEE ya.. hehe
Akhirnya kelar juga satu tulisan. Post pertama di tahun 2014. HAPPY NEW YEAR for you all guys. Semoga ditahun ini kita lebih baik dari sebelumnya. Amin.
Nah. Ini postingan sebenernya pengalaman selama vakum dari dunia per-bloga-an. Selain gak ada ide, pikiran buntu, banyak tugas, dan banyak aktivitas lain faktor rutinitas dan cuaca juga menghambat munculnya postingan... hehe (gak penting)

Okedeh langsung aja, emmhh.. ini berawal dari kisah pengalaman seorang pemuda. College story, love story, and some life story. Kuliah memang sangat menyenangkan bagi anak-anak SMA yang baru lulus. Namun di negeriku itu ada yang aneh, cenderung adanya kelas-kelas di universitas. Universitas negeri dan kedinasan cenderung mendapat label kelas 1. Sebuah keunggulan dimata orang tua jika anaknya masuk di universitas negeri atau kedinasan. Memang benar sih kualitas tak bisa di acuhkan. Kebanyakan kualitas negeri lebih unggul. Eh eh tunggu dulu, sekarang 2014 coy, universitas swatsa juga banyak yang berprestasi mengalahkan negeri. So? People mindset memang akan sukar berubah karena sudah “meng-saklek-kan” logika tersebut.

Di bandara BALI. Saya sedang duduk di kursi bersama teman saya. Memang saat itu sedang menunggu pesawat, dan banyak sekali mahasiswa yang baru pulang liburan. Ada fenomena yang membuat saya berpikir. Terlihat seorang ayah yang mengenakan topi polis dengan bangga dan bermain-main layaknya anak kecil. Topi itu milik anaknya yang baru saja lulus di institusi kepolisian. Suatu kebanggaan memang melihat seorang anak yang menjadi polisi, namun saya melihat anak itu terlihat malu dengan kawan-kawannya saat ayahnya memakai topi polisi itu. Anak itu langsung memalingkan muka dan berbincang dengan ibunya tanpa menghiraukan ayahnya yang mengajak main anaknya.

Yah, memang itu tempat umum tapi gak selayaknya memalingkan muka. Apalagi terhadap orang tua kita. Angkuh kah kita karena prestasi kita melebihi orang tua kita?

Sementara itu di sisi sebelah kiri kantin, ada seorang pemuda yang sedang menelpon, memakai celana pendek, kaos oblong, kacamata dan sepatu. Mungkin terlihat biasa saja, atau mungkin tak ada yang memandangnya sebagai suatu kebanggan. Berbeda dengan anak tadi yang memakai seragam penuh bangga. Pemuda ini lebih simple. Dia duduk dikursi dan sampingnya ada seorang pemuda yang memakai seragam lain. Memang ini pikiran pribadi bukan general, namun secara jelas perbedaan ditujukan berbeda. Ada seorang yang berada dikursi roda sedang mencari suaminya. Memang belum terlihat petugas bandara, namun dari hampir belasan pemuda yang memakai seragam penuh bangga hanya melihat, berjalan, berbincang. Namun pemuda bercelana pendek itu menurunkan telepon genggamnya dan segera mendekati orang sakit itu. Segera.

Kita tidak butuh seragam. Masyarakat tidak butuh pengakuan seragam. Masyarakat tidak butuh sosok yang berdiri dengan gagah namun duduk saat yang lain menjerit. Pemuda bercelana pendek itu bernama ricky. Dia salah satu mahasiswa jurusan manajemen dan bisnis di universitas negeri di bandung. So? Bagaimana anda menjelaskan rasa bangga anda, rasa angkuh anda? Atau mungkin bagaimana cara anda menggunakan rasa bangga tersebut? Hemm.. atau mungkin saja anda hanya menyombongkan diri karena anda lebih dari yang lain? Saya akan angkat topi, mungkin akan standing aplause jika pemuda yang berseragam tadi, menurunkan topinya, meletakan handphone-nya dan berdiri. Segera bertanya pada orang sakit tadi dan mungkin jika perlu mereka mampu melepaskan seragam untuk enolong sesama.

Naaahh itu hanya pengalaman dan pandangan pribadi dalam sekitar satu jam duduk di kursi bandara. Mungkin tidak semua, makanya saya tidak mau men-general-isir. Okeh, pengalaman kedua tentang percintaan. Yaaahh dari dulu memang kisah cinta saya agak berliku-liku. Namun berusaha mencintai seseorang itu lebih bermakna daripada dicintai. Karena cinta itu sebenernya bukan masalah dia, kamu, atau mereka. Tapi masalah rasa aku ke kamu. Aseeeekkk dah, mulai ni bijak. Biasalah, orang galau selalu bisa mengeluarkan kata-kata bijak..

Cinta ke seseorang ada yang mengatakan tidak boleh sepenuhnya, nanti kalau disakiti akan sakit sekali. Emmh bagaimana yah, agak kurang setuju sih. Menurut saya malah pendapat ini membuat orang makin banyak selingkuh ahahaha :D... loh iya, karena dalam hatinya menyisakan ruang untuk orang lain. Namanya saja tidak boleh cinta sepenuhnya, berarti ada ruang yang disisakan. Bahaya loh. Nah, maka dari itu mungkin ini bisa membantu, seharusnya kita mencintai, tidak hanya mencintai. Melakukan sesuatu itu harus 100 %.. dengan melakukan atau mencintai sepenunya maka tidak ada ruang sedikit pun untuk yang lain. Dengan begitu kita bisa memberikan segalanya. Nah kalau ada pertanyaan bagaimana dengan cinta kepada tuhan? Weits weits.. cinta pada Tuhan tidak bisa disamakan dengan cinta pada manusia. Cinta pada Tuhan itu cinta dasar kita sebagai manusia, bukan lagi 100 persen atau 1000 persen atau 100000000 persen, mungkin cinta kita pada Tuhan adalah cinta yang tak mampu dihitung.

Nahhh mau mencoba untuk mencintai sepenuhnya? Lakukan saja. Coba. Kalaupun sakit itu hanya sementara.

MENCINTAI SEPENUHNYA. TIDAK MASALAH AKAN TERSAKITI, KARENA CINTA ITU TENTANG AKU DAN KAMU

Semoga ada manfaatnya.
Bye 

Wassalam.

Selasa, 20 Desember 2011

Cowok atau Pria

Ass.Wr.Wb.
Pukul 11:45 WITA

Sering kita dengar para teman perempuan kita berbicara tentang kesedihan mereka terhadap pasangan mereka yang salah. Dari perselingkuhan, pengkhianatan, cemburu buta, dan yang lainnya.
Yah, ini mungkin sedikit tips tentang memilih pasangan yang tepat,
1. Pilih pasangan yang gak psikopat.
2. Jangan melihat menggunakan mata, tetapi hati karena jika dari hati akan sampai ke hati pula.
3. Jangan pilih cowok abnormal.
4. Cari yang rupawan, kaya, berpendidikan dan seagama. hal ini dikarenakan masa depan wanita.
5. Tidak perlu romantis, yang penting dia memikirkan mu.
6. Pilihlah seorang PRIA bukan COWOK.

Tau gak bedanya PRIA sama COWOK, bedanya adalah kalau PRIA itu dewasa, lebih memikirkan masa depan, pasangannya, dan kehidupannya dunia akhirat. hal itu di karenakan oleh PRIA itu lebih berpengalaman dan tidak lagi ingin bermain-main dengan benda rapuh bernama cinta. sedangkan COWOK itu kekanak-kanakan, lebih memikirkan kepuasan sesaat, tidak bisa melihat masa depan, dan selalu mempermainkan yang namanya cinta.

kalau PRIA itu dewasa, gak bisa donk cari pas masih muda? siapa bilang? PRIA yang belum dewasa disebut laki-laki. seorang laki-laki yang mencerminkan PRIA adalah laki-laki yang telah menunjukkan sifat TANGGUNG JAWABNYA.

Ass.Wr.Wb.

Problema Percintaan

Ass.Wr.Wb.
Pukul 11:30 WITA.

hemmm.. ada yang bilang kalau CINTA itu menyakitkan, menyesalkan, membahagiakan, merindukan, dll. ada yang bilang juga cinta itu BUTA, kalau buta walaupun rupanya gak kaya manusia pun di pacarin, namanya aja buta. ada yang bilang juga cinta itu seperti orang MAKAN TAI TERASA SEPERTI COKLAT. yaah.. itu sah-sah saja karena orang-orang yang bilang tadi adalah orang yang mengalaminya, bukan?

yang perlu di pertanyakan adalah apakah pengalaman mereka hanya dapat di penderitaan cinta? atau sudah pada tahap kebahagiaan? misalkan ada cewek, punya cinta pertama, kemudian patah hati karena di khianati oleh cinta pertamanya, begitu juga dengan pacar kedua dan ketiga, dan seterusnya. kemudia cewek tadi membuat kesimpulan kalau semua cowok itu brengsek. oh yah, saya rasa dia belum menemukan cowok yang tepat.

coba bandingkan dengan cerita cewek yang memiliki cowok yang setia, yang tetap menyayanginya, pasti dia membuat kesimpulan, waah ternyata cowok itu memang pemimpinnya wanita. goooooddd.. \(*___*)/

so, CINTA adalah sebuah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia untuk saling menyayangi karena Allah SWT. Cinta itu tidak menyakitkan, tidak memilukan, tapi merekalah yang salah dalam menerapkan cinta dari cara, tindakan, dan pemikiran terhadap hal yang namanya cinta.

Ass.Wr.Wb.